- Berita Kesehatan

Yuk Kenali Kondisi Kesehatan Melalui Warna Kotoran Telinga

ploslabs – Kotoran telinga sering kali terabaikan, bahkan kerap menjadi topik pembicaraan yang harus dihindari. namun, Kotoran telinga terdiri dari kelenjar ceruminous bersama dengan kelenjar sebaceous di saluran telinga. Komposisinya seperti lilin dan sebagian besar mengandung lemak.

Yuk Kenali Kondisi Kesehatan Melalui Warna Kotoran Telinga

Kotoran telinga memiliki efek antibakteri dan antijamur serta melindungi saluran telinga dari kontaminasi partikel. Biasanya kotoran telinga akan keluar secara alami melalui gerakan rahang (seperti berbicara dan mengunyah).

Seperti dikutip dari Livestrong, Dr. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Michael J. Kortbus mematahkan kotoran telinganya dan menjelaskan apa yang normal dan kapan telinganya harus diperiksa oleh dokter.

Beberapa ahli medis percaya bahwa kotoran telinga menunjukkan kesehatan umum seseorang dan akan mempengaruhi status endokrin seseorang. Misalnya, sifat dan warna kotoran telinga yang berubah sesuai hormon dan gula darah.

Namun, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk lebih memahami hubungan antara keramik dan kesehatan secara keseluruhan.

Berikut beberapa penjelasan tentang kotoran telinga yang menunjukkan kondisi kesehatan Anda.

1. Kotoran telinga berwarna putih, kuning atau oranye

Kortbus mengatakan bahwa kotoran telinga biasa seringkali berminyak, seperti lilin dan transparan, buram, kuning atau agak kemerahan.

Ia juga tidak mempermasalahkan adanya kotoran berwarna jingga tua pada kotoran telinga, karena itu menandakan bahwa seseorang dalam keadaan sehat.

Ia berkata: “Sebaliknya, jika seseorang tanpa rahim sebelumnya tiba-tiba mengalami perubahan pada liang telinga, itu bisa menjadi pertanda adanya perubahan atau kondisi saluran telinga.”

2. Kotoran telinga berwarna merah atau hitam

Kotoran telinga berwarna merah menandakan pendarahan di saluran telinga. Pada saat yang sama, kotoran telinga yang hitam mungkin hanya kotoran lama atau gumpalan darah lama.

Jika Anda mengoleskan serat terlalu keras atau menggaruk telinga dengan kuku untuk menghindari goresan liang telinga secara tidak sengaja, hal ini dapat menyebabkan pendarahan telinga.

Dalam hal ini, tidak diperlukan perawatan khusus, karena dr. Kortbus mengatakan bahwa jenis lecet ini cenderung sembuh dengan sendirinya.

3. Kotoran telinga kering dan bersisik

Beberapa orang dari keturunan Asia Timur dan Amerika Asli memiliki kotoran telinga yang biasa ditemukan di lingkungan yang kering dan rapuh. Namun, terkadang kondisi kulit tertentu (seperti keratitis, dermatitis, eksim, dan psoriasis) dapat menyebabkan kotoran telinga kering dan bersisik.

“Saluran telinga hanya memancarkan keratin, yaitu protein yang diproduksi oleh kulit. Dalam hal ini, jika pendengaran tersumbat, maka perlu dilakukan operasi pengangkatan.” jelas Dr. Kortbus.

4. Terlalu banyak kotoran telinga

Jika kotoran telinga Anda terlalu banyak, mungkin karena faktor genetik. Biasanya kotoran telinga akan keluar secara alami dari liang telinga, dan terlalu banyak kotoran telinga dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti gangguan pendengaran, nyeri, pusing dan tinitus.

Anda dapat membersihkan kotoran dengan cotton bud, tetapi ini hanya akan mendorong kotoran telinga lebih dalam dan memperburuk keadaan. Dr. Kortbus merekomendasikan untuk menemui spesialis telinga, hidung dan tenggorokan, yang dapat membersihkan telinga dengan air steril atau air suling hangat.

About publisher

Read All Posts By publisher

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *