- Berita Kesehatan

Sejarah Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah atau PDDI-LIPI

Sejarah Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah atau PDDI-LIPI

Ploslabs.org – Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga llmu Pengetahuan Indonesia, yang selanjutnya disebut PDDI-LIPI, merupakan tidak benar satu satuan kerja eselon II di bawah LIPI yang punya tugas pengelolaan data, Info dan dokumentasi ilmiah dan non ilmiah.

Dalam usaha optimalisasi mendukung visi LIPI yakni “Menjadi lembaga pengetahuan pengetahuan berkelas dunia dalam penelitian, pengembangan dan pemakaian pengetahuan pengetahuan untuk meningkatkan energi saing bangsa”, PDDI melaksanakan Rencana Strategis Lembaga lmu Pengetahuan Indonesia 2015-2019 dalam beraneka kesibukan di bidang Pengembangan Sistem Dokumentasi dan Informasi Ilmiah. Tujuan kesibukan selanjutnya adalah meningkatkan kapasitas dan kemampuannya sehingga menjadi Pusat Repositori Ilmiah Nasional di Indonesia, serta menyebarkan dan mendifusikan Info ilmiah keseluruh lokasi di Indonesia. Adapun sasaran yang mengidamkan dicapai lewat kesibukan selanjutnya yakni terbangunnya repositori serta terdiseminasinya dan terdifusinya Info ilmiah ke daerah.

Sekilas Sejarah PDDI-LIPI

PDDI berdiri sejak th. 1965 bersama dengan nama awal Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional (PDIN). Sejak th. 1965 – hingga sekarang, PDDI telah mengalami re-strukturisasi organisasi sebanyak 6 (enam kali), yang dijelaskan secara ringkas sebagai berikut.

Periode I: 1965-1975 (PDIN)

Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional atau disingkat PDIN berdiri formal tanggal 1 Juni 1965 bersama dengan tugas beri tambahan penerangan dan penyebaran pengetahuan pengetahuan bersama dengan cara sedia kan bahan literatur yang diperlukan karyawan riset dan karyawan lainnya yang bekerja dalam lembaga-lembaga ilmiah dan suatu industri yang butuh bahan-bahan literatur. Berdasarkan Keputusan Menteri Urusan Research Nasional No.107/M/Kpts/Str/65, yang Menteri Research Nasional saat itu adalah Dr.Sudjono D.Pusponegoro, membuka PDIN tanggal 31 Juli 1965 di alamat Jl.Raden Saleh, 43 Jakarta Pusat, serta melantik Winarti Partaningrat, M.Sc. sebagai direktur PDIN yang pertama kali.
PDIN dipimpinan oleh seorang Direktur dan dibantu oleh Asisten Direktur dan seorang Sekretaris, dan terdiri dari tiga pusat, yakni Pusat Bibliografi, Pusat Perpustakaan, dan Pusat Reproduksi. Dalam susunan organisasi LIPI, PDIN berada di bawah Deputi Ketua Bidang Teknologi.
Pada Tahun 1969, PDIN mendukung usaha-usaha rehabilitasi perpustakaan-perpustakaan bersama dengan menyelenggarakan “Kursus Perpustakaan dan Dokumentasi”, bersama dengan peserta lembaga-lembaga penelitian di Indonesia.

Periode II: 1975-1986 (PDIN)

Pada tanggal 31 Juli 1975, PDIN berpindah lokasi di Jln.Jend.Gatot Subroto, No.10, Jakarta. Pada tanggal 4 Agustus 1975, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Jhon Ford, menyerahkan secara simbolis buku-buku yang dihadiahkan dari Pemerintah Inggris (yang pada mulanya disimpan di Gedung British Council) ke Pemerintah Indonesia (diwakili oleh Ketua LIPI, Prof.Dr.Ir.Bachtiar Rifai, di Gedung PDIN-LIPI).
Tugas PDIN adalah beri tambahan service akan keperluan bahan-bahan bacaan kepentingan penelitian, baik di lembaga-lembaga penelitian di Lingkungan LIPI maupun di luar lingkungan LIPI. Pada saat itu, PDIN menyelenggarakan “Lokakarya Sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi Ilmiah untuk Indonesia” di Bandung, bersama dengan membuahkan 4 keputusan penting, yaitu: (1) Bibliotheca Bogoriensis¸melayani bidang biologi dan pertanian; (2) PDIN, melayani bidang pengetahuan pengetahuan dan teknologi; (3) Perpustakaan Departemen Kesehatan, melayani bidang kebugaran dan kedokteran; (4) Pusat Dokumentasi Ilmu Sosial (PDIS), melayani bidang ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan.
Sejak Tahun 1975, PDIN telah aktif di kegiatan-kegiatan dokumentasi dan informasi, layaknya FID (Federation International de Documentation), ASEAN, dan CONSAL (Conference of Southeast Asian Librarians).

Periode III: 1986-2001 (PDII)

Sejak th. 1986, berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No.1 1986, tanggal 13 Januari 1986, PDIN beralih menjadi Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) di bawah Kedeputian Ketua LIPI Bidang Pembinaan Sarana Ilmiah (BINSARIL).
PDII punya tugas melaksanakan pembinaan dan pemberian jasa dokumentasi dan Info ilmiah, cocok bersama dengan kebijaksanaan Ketua LIPI. Adapun faedah PDII, pada lain: (1) Mempersiapkan konsep pelaksanaan kesibukan pembinaan dan pemberian jasa bidang dokumentasi dan Info ilmiah; (2) Memberikan jasa di bidang dokumentasi dan Info IPTEK; (3) Memberikan jasa Perpustakaan IPTEK; (4) Melaksanakan pengumpulan hasil terbitan ilmiah Indonesia; (5) Membina pangkalan data bibliografi ilmiah nasional; (6) Melaksanakan penerbitan untuk mendukung penyebaran informasi; (7) Melaksanakan pengkajian bidang dokumentasi dan Info ilmiah; (8) Membina proses jaringan, kerjasama, prasarana dokumentasi dan Info ilmiah; (9) Mengadakan evaluasi hasil kesibukan pembinaan dan pemberian jasa di bidang dokumentasi dan Info ilmiah; (10) Melaksanakan dokumentasi hasil ilmiah yang terbit di Indonesia dan yang terbit di luar negeri tentang Indonesia;

Pada Tahun 1987/1988, PDII punya program-program khusus, diantaranya: (1) Program Komputerisasi PDII—dengan sasaran: a) tersusunnya kerangka dasarPangkalan Data Bibliografi untuk artikel majalah dan buku, serta penerbitan indeks artikel majalah; b) terselenggaranya lokakarya yang terjalin bersama dengan komputer; c) terhimpunnya masukan dari pusat pc dan perpustakaan lain; (2) NLDC-SEA (National Libraries and Documentation Center-Southeast Asia)—yang dibentuk terhadap Tahun 1979 bersama dengan beranggotakan perpustakaan-perpustakaan nasional dari Malaysia, Muangthai, Filipina, Singapura, dan Indonesia (PDII-LIPI); (3) Penyebarluasan Terbitan NTIS (National Technical Information Service)—yang diberikan oleh US Department of Commerce di Indonesia sejak 27 Nopember 1977. Dalam hal ini, PDII melakukan tindakan sebagai badan tunggal service dan pemasaran jasa Info NTIS di Indonesia.

Periode IV: 2001-2014 (PDII)

Berdasarkan SK Kepala LIPI NO.1151/M/2001 tanggal 5 Juni 2001, PDII mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan konsep dan program, pelaksanaan penelitian, service serta evaluasi dan penyusunan laporan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, PDII menyelenggarakan faedah : (1) Penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang dokumentasi dan Info ilmiah; (2) Penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, pelaksanaan dan service di bidang dokumentasi dan Info ilmiah; (3) Penyusunan rencana, program, serta pelaksanaan penelitian di bidang dokumentasi dan Info ilmiah; (4) Pengelolaan layanan tehnis dokumentasi dan Info ilmiah; (5) Evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan service dokumentasi dan Info ilmiah; (6) Pelaksanaan urusan tata usaha.

Periode V: 2014-2019 (PDII)

Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, PDII menyelenggarakan fungsi: (1) penyusunan kebijakan teknis, rencana, dan program pengkajian dan penelitian di bidang dokumentasi dan informasi; (2) pendokumentasian Info ilmiah; (3) penyediaan akses ke Info ilmiah; (4) pengkajian dan penelitian di bidang dokumentasi dan informasi; (5) pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pendokumentasian Info ilmiah, penyediaan akses ke Info ilmiah, pelaksanaan pengkajian dan penelitian di bidang dokumentasi dan informasi; dan (6) pelaksanaan urusan tata usaha.

Periode VI: 2019-sekarang (PDDI)

Selanjutnya lewat Peraturan Kepala LIPI Nomor 01 Tahun 2019, PDII berubahan nama menjadi Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah LIPI.Perubahan nomenklatur termasuk berjalan terhadap layanan perpustakaan. Layanan perpustakaan beralih menjadi layanan kepustakaan. Layanan kepustakaan ini manajemen pengelolaannya berada di bawah PDDI LIPI. PDDI punya lima kawasan kepustakaan, yakni kepustakaan kawasan Jakarta yang mayoritas koleksinya bidang pengetahuan sosial dan kemanusiaan, kepustakaan kawasan Cibinong yang mayoritas koleksinya bidang pengetahuan hayati, kepustakaan kawasan Serpong yang mayoritas koleksinya bidang pengetahuan teknik, kepustakaan kawasan Bogor bersama dengan mayoritas subyek koleksinya pengetahuan tumbuhan, dan kepustakaan kawasan Bandung bersama dengan mayoritas koleksinya bidang pengetahuan teknologi.
Adapun visi dan misi PDDI sebagai berikut.

Visi:

Menjadi Repositori Nasional Bidang Sains dan Teknologi Terdepan di Indonesia.

Misi:

Membangun dan mengembangkan proses repositori nasional bidang sains dan teknologi di Indonesia:

Menyediakan layanan Info bidang sains dan teknologi kepada pemangku kepentingan;
Melaksanakan penelitian bidang dokumentasi dan informasi;
Melakukan pengelolaan pengetahuan;
Membangun kerjasama nasional dan internasional;
Melakukan penguatan kelembagaan.

Dalam rangka peningkatan kualitas layanan dokumentasi dan Info ilmiah secara berkesinambungan, PDDI telah menerapkan dan melaksanakan program reformasi birokrasi (RB), pembangunan Zona Integritas, penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 untuk layanan ISSN dan Perpustakaan, penyusunan road map repositori, serta beraneka program inovasi lain yang pas peranan bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *