- Berita Kesehatan

Pentingnya Mengkonsumsi Sayur – Mayur Saat Diet

Pentingnya Mengkonsumsi Sayur – Mayur Saat Diet

 

ploslabs – Program diet artis Tya Ariestya memanen banyak polemik karena diet tanpa sayur buat menurunkan berat tubuh. Pro dan kontra terja di di dunia maya karena diet itu diucap tidak komsumsi sayur.

Menjawab perihal itu, dokter vitamin Fiastuti Witjaksono mengatakan kalau pola diet itu tidak cocok.

“Pertama, seratnya tidak ada, jadi susah BAB, kalau enggak makan sayur dan harus makan yang lain karena kenyangnya terasa kurang,” jelas Fiastuti.

Mengkonsumsi sayur- mayur ialah hal berarti, ternmasuk buat diet menurunkan berat badan.

“Mungkin yang harus kita ketahui, sayur itu mengandung banyak nutrien misalnya pertama mengandung serat. Kedua, tiap sayur punya komponen tertentu,” kata Fiastuti saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (2/3).

Jadi bolehkah diet tanpa sayur?

“Prinsip diet itu bukan menghindari jenis makanan tertentu tapi mengatur jumlah makanan yang masuk ke tubuh dan tidak menghilangkan salah satu dari zat gizi yang diperlukan tubuh,” kata Ika.

“Intinya sayur harus tetap ada, tapi untuk kondisi tertentu misal kaya lagi diare, ada penyakit tertentu yang butuh pengaturan khusus jangan dipukul rata semua,” kata Ika.

“Jadi diet itu memang personal, mau kembar sekalipun, pasti kebutuhan dietnya juga akan berbeda pengaturannya, termasuk diet tanpa sayur ini.”

Menurut Fiastuti, tidak ada sayuran yang sempurna, karena sayuran saling melengkapi dengan kandungannya yang bermacam-macam.

“Jadi kalau kita makan sayuran sebaiknya bervariasi supaya mendapat beta karoten di wortel, kemudian sayuran lain yang memiliki serat tinggi, sehingga saling melengkapi. Jangan satu macam yang itu-itu saja,” ungkapnya.

Menurut dia, per gram sayuran memiliki kalori yang lebih kecil dibandingkan per gram tepung, gula, atau lemak.

“Otomatis, orang ketika menurunkan berat badan dianjurkan makan sayuran yang banyak. Tujuannya supaya dia kenyang dengan kalori kecil,” katanya.

Ikamenambahkan, dalam 100 gr buah mempunyai kalori 50 kkal, sedangkan 100 gr sayur- mayur memiliki 0- 25 kkal.

Beberapa jenis sayur- mayur khusus juga dapat dikonsumsi sepuasnya sebab kalorinya dapat diabaikan. Misalnya, tomat, mentimun, selada, serta oyong.

“Tapi tanpa tambahan lainnya, misalnya mayonaise, olive oil, atau dressing salad. Akan tetapi intinya harus imbang juga antara sayur dan buah.”

Panduan diet tidak hanya penuhi konsumsi sayuran

Tidak hanya imbauan penuhi konsumsi sayur- mayur, Fiastuti pula menganjurkan buat kurangi dan menghindari makanan yang padat kalori, lemak, dan gula.

“Padat kalori itu kalorinya besar tapi tidak membuat kenyang, jadi ingin makan lagi,” katanya

Saat melakukan diet, ia menegaskan buat banyak komsumsi sayur- mayur, buah, setelah itu karbohidrat seperlunya, dan protein untuk membantu otot bekerja dengan baik.

“Kenapa harus makan sayur dan buah? karena mereka sumber mineral terbaik. Dan konsumsi lemak boleh tapi jangan terlalu banyak lemak jenuh,” katanya.

Tidak lupa, ia pula menganjurkan buat menyeimbangkannya dengan melakukan kegiatan fisik secara tertib.

Menambahkan Fiastuti, Ika pula mengatakan kalau diet haruslah dijalani dengan sehat serta balance. Antara sehat serta balance, keduanya memiliki penafsiran yang berbeda.

Diet tidak sehat, lebih mengarah ke menimbulkan bermacam permasalahan kesehatan lain akibat diet.

“misalnya kaya menurunkan berat badan dengan makan 1 kali sehari tapi karena salah prosedur malah jadi sakit maag atau Gerd.”

Sebaliknya diet tidak balance lebih diamati dari bagian vitamin dalam tubuh.

“Misalnya tidak makan sayur, tidak makan karbohidrat sama sekali. Padahal harusnya diganti atau substitusi dengan yang lain. Misal tidak makan nasi tapi diganti dengan kentang atau ubi atau sumber karbohidrat lainnya. Bukannya menghilangkan sama sekali. “

About publisher

Read All Posts By publisher

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *