- Berita Kesehatan

Manfaat Tidur Siang Bagi Orang Berumur 60 Tahun Keatas

Manfaat Tidur Siang Bagi Orang Berumur 60 Tahun Keatas

ploslabs– Riset mengatakan kalau tidur yang terganggu dapat beresiko pada demensia. Demensia pengaruhi 5- 7 persen orang lanjut usia di atas 65 tahun di semua bumi. Di negara- negara Barat, nilai demensia sedikit lebih besar ialah 8- 10 persen.

Mengutip Medical News Today, saat ini belum ada obat untuk demensia, hingga cara terbaik buat menanganinya adalah pergantian style hidup. Para periset menekuni 2. 214 orang segar dari sebagian kota besar di Cina, tercantum Beijing, Shanghai, serta Xian. Seluruhnya paling tidak berumur 60 tahun.

Istirahat tidur malam pada umumnya partisipan riset merupakan 6, 5 jam.

Buat menilai demensia yang terdapat, para periset mencoba partisipan memakai tipe Beijing dari Montreal Cognitive Assessment serta Mini- Mental State Exam( MMSE).

Tim menilai keahlian kognitif partisipan serta guna yang lebih besar lewat 30 pengukuran ruang visual, ingatan, penjulukan, atensi, kalkulasi, abstrak, arah, serta guna bahasa.

Para periset memakai Baterai Uji Neuropsikologi Cina buat mengukur” bentang digit, penataran lisan auditori, penataran asosiatif, penahanan visual, kecalakan bahasa, pemetaan, serta uji dengan batangan.”

Para periset memperhitungkan kesehatan seluruh partisipan sembari membuat profil darah mereka buat mengenali kandungan kolesterol serta asam lemak trigliserida, ataupun” TG”.

Periset memohon responden buat tidur siang sepanjang 5 menit hingga 2 jam sehabis makan siang. Dari golongan itu, 1. 534 dikabarkan tidur siang dengan cara tertib, dengan gelombang tidur siang mereka mulai dari sekali sepekan sampai tiap hari dalam satu minggu.

Riset itu memberi tahu 3 hasil penting:

” Awal, orang berumur yang tidur siang membuktikan kemampuan kognitif yang jauh lebih besar dibanding dengan mereka yang tidak tidur siang,” tutur periset.

” Kedua, kita menciptakan tingkatan TG yang lebih besar pada orang berusia yang tidur siang. Terakhir, tidur siang amat terpaut dengan arah, guna bahasa, serta ingatan.”

Tetapi, pengarang menulis kalau tidak seluruh tidur siang itu sama.

Riset itu menciptakan kalau tidur siang yang lebih lama serta lebih kerap mengarah berhubungan dengan penyusutan guna kognitif.

Tidur siang pendek serta lebih jarang- berlangsung kurang dari 30 menit serta terjadi 4 kali seminggu- tampaknya sangat bagus. Tidur siang ini menimbulkan penyusutan 84 persen mungkin terserang Alzheimer.

About publisher

Read All Posts By publisher