- Informasi Ilmiah

Ivermectin Belum ada Kesimpulan sebagai Obat Covid-19

Ivermectin Belum ada Kesimpulan sebagai Obat Covid-19 Saat ini, ivermectin tidak disarankan untuk obat Covid-19 Indonesia. Penggunaan ivermectin sebagai obat Covid-19 tetap dalam uji klinis dan para ahli belum menyepakati penggunaan dan efeknya.

Ivermectin Belum ada Kesimpulan sebagai Obat Covid-19

ploslabs – “Penelitian tetap berjalan dan belum ada kesimpulan yang jelas,” kata Chandra Yoga Aditama, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Rumah sakit selanjutnya antara lain Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebrot, Rumah Sakit Sriant Saloso, dan Rumah Sakit Adam Malik Medan.

Uji klinis dijadwalkan selama 3 bulan. Profesor Pratiwi Sudarsono, konsultan spesialis di Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, menyebutkan uji klinis ivermectin di Indonesia dijalankan terhadap pasien bersama dengan nyeri mudah sampai sedang.

Menurut ahli epidemiologi Universitas Indonesia, Panduliono, selama ivermectin tetap dalam uji klinis, masyarakat lazim tidak boleh mengonsumsinya, meski ikuti panduan dokter.

Baca Juga : Komponen Peta untuk Mempermudah Membaca Peta

Lagi-lagi hal ini disebabkan sebab belum terdapatnya kesimpulan ilmiah yang mengetahui tentang ivermectin sebagai obat Covid-19.

“Menurut WHO, sepanjang uji klinis, terlebih dengan dengan anjuran dokter, tidak boleh digunakan di luar uji klinis, tapi tidak sanggup menangani Covid-19. Tidak diperbolehkan,” kata Pandu. Saya.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga tidak menganjurkan ivermectin sebagai obat Covid-19 selama uji klinis.

“Oleh sebab itu, IDI sementara ini tidak menganjurkan penggunaan ivermectin Covid-19,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dewan IDI Zubairi Djoerban.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga secara tegas menunjukkan bahwa itu hanya sanggup digunakan dalam uji klinis, bersama dengan pengecualian obat ivermectin Covid-19. Pasalnya, hasil tes yang dijalankan WHO terhadap penggunaan ivermectin untuk penyembuhan pasien Covid-19 tetap “non-conclusive” atau tidak konklusif.

India telah menarik penggunaan ivermectin sebagai obat Covid-19, dan tidak ada bukti ilmiah bahwa negara-negara selanjutnya berhasil menurunkan kasus Covid-19 bersama dengan ivermectin:

“Jika India terlalu berhasil jatuh cinta terhadap itu (ivermectin), mengapa ivermectin dicabut dalam pedoman Menteri Kesehatan India dan dihapus berasal dari pedoman yang diberikan,” kata Pandu.

Dalam British Medical Journal, ivermectin adalah obat cacing spektrum luas yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), peneliti di Rumah Sakit Universitas Buenos Aires di Argentina, Luis Ignacio Garegnani dan timnya.

Efek samping gawat berasal dari ataksia sampai kejang terkadang dilaporkan, tapi dosis konvensional 200 g/kg telah terbukti aman.

Garegnani menunjukkan bahwa Pan American Health Organization (PAHO) “… ivermectin disalahgunakan untuk membuat sembuh Covid-19 tanpa bukti ilmiah tentang khasiat dan keamanannya dalam membuat sembuh penyakit ini.” Mengatakan itu. Salah satu alasannya adalah bahwa dosis yang terlalu tinggi dibutuhkan untuk capai dampak antivirusnya.

Baca Juga : Mengenal Bahaya Spyware Pegasus Israel

Selain itu, WHO juga mengecualikan ivermectin berasal dari uji solidaritas obat-obatan yang digunakan untuk Covid-19.

“Ini mengundang pertanyaan tentang relevansi laksanakan uji klinis ivermectin,” kata Galegnani.

Berdasarkan meta-kesimpulan berasal dari belajar lain yang ada, Galegnani menyimpulkan bahwa belajar Covid-19 tentang ivermectin punya keterbatasan metodologis yang nyata-nyata yang terlalu kurangi kepastian bukti.

Menurutnya, penggunaan ivermectin, juga obat yang digunakan untuk menghindar atau membuat sembuh Covid-19, safe dan efisien terhadap pasien bersama dengan uji klinis acak, berdasarkan bukti yang kredibel dan tanpa konflik kepentingan. Harus dijalankan bersama dengan gender. -Disetujui dan disetujui secara etis.

Banyak dikonsumsi

Meski demikian, nyatanya sementara ini lebih dari satu masyarakat dan pejabat Indonesia pakai ivermectin sebagai obat Covid-19. Mereka juga mengklaim bahwa ivermectin miliki tingkat kesembuhan yang tinggi untuk kasus Covid-19, baik ringan, sedang, maupun berat.

Bahkan di e-commerce, obat-obatan ini dijual bebas bersama dengan harga yang mahal. Sebelumnya, pemerintah menunjukkan ivermectin adalah obat tidak mahal bersama dengan harga lebih kurang Rp5.000-7.000 per tablet.

Masyarakat tidak sanggup menyalahkan ini. Karena mereka dihadapkan terhadap pilihan antara sehat dan sakit atau hidup dan mati. Selain itu, BPOM beri tambahan akses publik untuk ini, tapi dikatakan bahwa itu sesungguhnya butuh persetujuan medis.