- Berita Kesehatan

Benarkah Minyak Sawit Berpengaruh Buruk Buat Kesehatan Tubuh ?

ploslabs – Minyak kelapa sawit bukanlah hal yang asing bagi kita. Di Indonesia, kebanyakan orang menggunakan minyak serupa untuk mengolah makanan. Masakan juga tidak jauh dari bumbu dan makanan yang digoreng dengan minyak. Iya, ini bikin rasanya makin enak.

Benarkah Minyak Sawit Berpengaruh Buruk Buat Kesehatan Tubuh ?

Tidak hanya itu, sangat sedikit makanan yang dibuat dengan cara digoreng, dan kebanyakan menggunakan minyak sawit.

Lihat saja, di jalan yang kita lewati, tentunya sebagian besar makanan yang dijual adalah masakan yang dimasak dengan cara digoreng. Mulai dengan ayam, ikan, kacang-kacangan, dll.

Lantas, apakah konsumsi minyak sawit secara terus menerus aman bagi kesehatan?

Banyak orang mengklaim bahwa minyak sawit dapat melindungi otak, mempercepat metabolisme, membantu menurunkan berat badan, dan melawan kanker, penuaan, dan malaria.

Namun, pertama-tama kita harus memahami kebenaran ilmiah sebelum kita dapat mempercayai pernyataan semacam itu. Ada meta-analisis penelitian kelapa sawit tahun 2018 yang dimuat di jurnal PLOS One. Belum ada cukup bukti bahwa minyak sawit bermanfaat atau berbahaya bagi kesehatan jantung.

“Minyak sawit mengandung lemak jenuhnya yang tinggi, meskipun tidak sesaturasinya seperti produk hewani seperti mentega.” Kata Dr. Greg Henderson, Asisten Profesor Ilmu Gizi di Purdue University di West Lafayette, Indiana, AS.

Dia mengatakan lemak jenuhnya yang terkandung dalam minyak sawit sekitar 50%. Ulasan minyak sawit 2019 dari majalah Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi minyak sawit dalam jumlah sedang tidak menimbulkan risiko kesehatan apa pun.

Senada dengan hal tersebut, Henderson juga menyampaikan efek konsumsi minyak kelapa secara tidak berlebihan.

Dia mengatakan bahwa tubuh manusia dapat mengencerkan lemak jenuh dalam minyak sawit hingga hanya menyumbang sebagian kecil dari total lemak dan asupan kalori.

Selain itu, studi yang dilakukan oleh NutriciĆ³n Hospitalaria pada tahun 2018 menyepakati bahwa risiko kardiovaskular yang terkait dengan minyak sawit sangat bergantung pada lemak lain yang dikonsumsi dengan minyak sawit.

Namun, the American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi lemak jenuh hingga kurang dari 6 persen dari total kalori harian.

Oleh karena itu, yang terbaik adalah tidak menggunakannya secara berlebihan, dan bahkan disarankan untuk menggantinya dengan minyak lain atau metode memasak lainnya.

About publisher

Read All Posts By publisher

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *